”Kenapa Aku Tidak Juara Ma?”
Pertanyaan sama, yang kesekian kali, ia lontarkan padaku begitu kami sampai di rumah, setelah lelah mengikuti karnaval berkeliling kampung batik Laweyan.
Lelah yang kami rasa, meliputi fisik n fsikis. Fisik dalam keadaan lemah akibat sakit batuk pilek panas dan psikis putriku yang -ternyata- berharap mendapatkan juara pada perayaan HUT RI di sekolahnya KB/TK Islam Laweyan, Surakarta.
Ini pertama kalinya ia mengemukakan kekecewaan hatinya, biasanya walaupun tidak menang, tak masalah.
“Katakan Ma, kenapa?”
Ibu tahu kamu sedih Nak, jawaban seadanya dari Ibu, mungkin belum bisa kau terima.
“Kenapa Ma?” Lagi… Setengah memaksa, sekaligus nada protes kau keluarkan.
“Temanmu yang juara memang kreatif Nak.” Akhirnya suaraku keluar juga
“Apa aku tidak kreatif Ma?”
“Hmm… kamu sudah bagus sayang, tapi kostum temanmu memang unik.”
Belum puaslah dia dengan penjelasan Ibunya ini. Akhirnya ia pun menangis menumpahkan kekesalan dan kemarahannya.
Ya.., tak mengapa. Menangislah…
Ibu tahu kamu kesal.
Ibu tahu, kamu sudah berusaha, memilih kostum yang kamu suka, bersemangat mengikuti karnaval, dan lain-lain.
Kamu memilih sendiri kostum dokter kecil, pesan dari jauh-jauh hari, mengambil mainan dokter-dokteran dari tumpukan mainan di boks.
Tapi… ya beginilah Nak.
Dalam hidup ini, tidak semua keinginan kita bisa tercapai.
Dalam suatu perlombaan kalah dan menang, memang sudah ada jatahnya.
Sang pemenang, akan berbahagia, dielu-elukan dengan bangga.
Yang kalah, merasa kecewa dan sedih. Itu sudah biasa. Fitrahnya memang seperti itu.
Yang penting adalah bagaimana kita belajar dan bangkit dari kekalahan.
Jangankan dirimu yang masih anak-anak. Kami yang sudah tua, pasti juga sedih dan kecewa saat kalah dan gagal dalam mencapai apa yang kami inginkan.
Kiranya, sepanjang hayat kita memang belajar tentang menerima kekalahan dan keikhlasan atas kebahagiaan orang lain.
Bangkitlah dari kegagalan Sayang.., Tetaplah Semangat.
Apapun yang terjadi, Ibu tetap bangga padamu dan akan selalu mendukungmu 😘😍
Suatu hari nanti, Ibu yakin kamu akan memahami.
#catatan_seorang_Ibu
#Dokter_kecil
#Dirgahayu_RI_ke_72


